Tauziah:
SAFAAT DI AKHERAT
Kita di dunia tidak akan
terhindar dari dosa, kita pada awalnya (saat dilahirkan) ibarat cermin yang
baru dibeli yang sangat jernih, dengan bertambahkan kebalighkan manusia yang
telah paham itu perbuatan dosa dan berpahala. Untuk urusan dosa-dosa kecil kita
bisa menutupnya permohonan ampun pada Allah pada saat kita shalat atau
kesempatan lain agar dosa tersebut tidak menutupi cermin yang menjadi sangat
kotor cermin kita, untuk dosa syirik tidak ada ampunan dari Allah SWT.
Manusia akan memperoleh catatan
timbangan pahalah dan dosa sesuai perbuatan di akhirat kelak, siapa yang berbuat baik maka pahala nya sesuai
dengan perbuatannya.
Allah memberikan
kesempatan kepada manusia jika sudah tidak berdaya dalam keadaan sakit, renta tua,
yang tidak mampu beribadah fisik solat, haji dll, dengan kondisi demikian
memberikan kesempatan untuk wasiat
kepada keluarganya atau yang diwasiati.
Namun jika sudah mmeninggal akan tidak
berbuat banyak. Dan amalan putus kecuali kecuali 3 hal:
1. Sodaqoh jariah /Amal perbuatan yang baik/soleh yang dilakukan di dunia;
2. Ilmu yang bermanfaat yang telah diberikan di dunia;
3. Menjadikan anaknya sebagai Anak yang soleh/solekha
Yang riil adalah investasi pada
pembentukan anak soleh, sedangkan deposito, tanah tidak akan menolongnya
diakhirat kelak. Pertolongan untuk manusia pada saat ada penghitungan amal baik
buruk kita di akhirat kelak pada 3 hal tersebut.
Konsep lain adalah safaat yang
bisa membantu manusia jika sudah ada penghitungan timbangan diakherat atas dosa dan pahala amalan kita di dunia lebih
banyak pahala itu tidak masalah bagi manusia langsung dijamin masuk surga,
namun jika dosanya memberatkan timbangannya maka akan diterima dengan tangan
kirinya maka yang bisa menolong termasuk ketiga perbuatan tersebut diatas dan
safaat.
Safaat /pelengkap/pertolongan
dari Allah SWT. Bagaimana safaat diberikan Allah kepada manusia yang akan
menolong dirinya di akhirat kelak. Safa’at bisa diberikan Allah jika manusia
memohon langsung atas pemberian safaat di akhirat. Menurut hadist bahwa beberapa mediasi safaat yang
diberikan Allah yang telah diberikan makhluk antara lain kepada Malaikat, Nabi
mukhammad, dan orang alim/sholeh dan syuhada (mandal ladhi yasfa’u indhahu illa
biidnih). Tentunya pemberian safaat tersebut memperoleh izin dan rido dari
Allah SWT. Dalam riwayat hadis bahwa suatu ketika Abu Hurairoh bertanya kepada
Rosululloh siapakah yang beruntung memperoleh safaat?, maka rosul menjawab
yaitu orang yang mengatakan ‘tidak ada tuhan yang disembah kecuali Allah’
dengan ikhlas atau bil qolbun. Apa ikhlas itu pada hal tersebut yaitu dengan
meninggalkan segala yang menyekutukanNya. Semuanya yang berlawanan dengan
syahadat tersebut.
Sedangkan pemberian safaat dengan
melalui rasullullah adalah manusia yang mati tidak dalam keadaan syirik, nanti
akan didoakan rosul yang istimewa yang belum dipakai kecuali di akhirat nanti,
maka kita dianjurkan selalu memberikan doa
dan sholawat kepada rosul dijamin nanti diberikan safaat. Itulah beberapa cara
Allah memberikan safaat kepada manusia semoga bermanfaat, dan semoga kita semua
memperoleh safaat dari Allah langsung, maupun melalui malaikat, rasul dan orang sholeh/
alim/suhada…amin.
